Jumat, 30 Januari 2009

STRUKTUR DAN FUNGSI OTOT RANGKA

Definisi
 Otot lurik atau otot rangka adalah sejenis otot yang menempel pada rangka tubuh dan digunakan untuk pergerakan.
 Otot lurik yang volunter terikat pada tulang atau fasia dan membentuk daging dari anggota badan dan dinding tubuh.
Fungsi Otot Rangka
 Untuk menggerakkan tulang pada artikulasinya (kontraksi dan relaksasi).
 Mempertahankan sikap tubuh.
 Menstabilkan sendi
 Mengekalkan postur

BAGIAN-BAGIAN OTOT RANGKA

1.Sarkolema
Membran sel dari selaput otot.Terdiri dari membran sel yang disebut membran plasma & sebuah lapisan luar yang terdiri dari 1 lapisan tipis mengandung kolagen

2.Miofibril
Merupakan bulatan-bulatan kecil pada potongan melintang mengandung 1500 FM,3000 FA yang merupakan molekul protein polimer besar untuk kontraksi otot
Memiliki 2 filamen:
- Filamen Tebal yang dibentuk oleh miosin
- Filamen Tipis yang dibentuK oleh aktin, tropomiosin & troponin

3.Sarkoplasma
Miofibril-miofibril terpendam dalam serat otot di dalam suatu matriks

4. Retikulum Sarkoplasmik
Sarkoplasma yang terdapat pada retikulum endoplasma yang terdapat dalam serat otot

Ciri-ciri Anatomi
 Berinti sel banyak
 Serat melintang
 Melekat pada rangka
 Posisi nukleus di pinggir
 Bentuk silindris,memanjang
 Bergerak dalam waktu cepat dan cepat lelah
 Volunter
 Berserabut
 Tidak teratur

STRUKTUR
 Serat otot berdiameter 20-100 mikron, terdiri dari miofibril berdiameter 1-2 mikron.
 Serat otot mempunyai garis dengan pola gelap terang dengan sebutan lurik A dan lurik I.
 Filamen dalam myofibril ada 2 yaitu:
1. Filamen tebal: miosin
2. Filamen tipis: aktin, tropomiosin dan troponin

Kontraksi otot
Sifat sel otot:
 Setiap sel mempunyai muatan ion (-) di sebelah dalam dan ion (+) di sebelah luar membran sel
 Mempunyai kemampuan untuk memelihara perbedaan potensial
 Pada saat istirahat, muatan di dalam dan di luar membran sel sama


Mekanisme kontraksi otot rangka
 ATP muncul & mengikatkan diri pada kepala myosin sehingga celah aktin terbuka. Sebagai akibatnya kepala myosin melepaskan ikatannya pada aktin.
 Celah aktin akan menutup kembali bersamaan dengan hidrolisis ATP yang menyebabkan tegaknya posisi kepala myosin ( keadaan energi tinggi ).
 Kepala myosin mengikatkan diri pada monomer aktin yang posisinya lebih dekat dengan disk Z dibandingkan monomer aktin sebelumnya
 Kepala myosin melepaskan Pi yang mengakibatkan tertutupnya celah aktin sehingga afinitas kepala myosin terhadap aktin membesar ( keadaan transien ).
 Terjadi geseran konformosional yang turut menarik ekor kepala myosin sepanjang 60 Aº menuju disk Z .
 ADP dilepaskan oleh kepala myosin dan siklus berlangsung lengkap.

Jenis kontraksi otot
a. Isotonik
 Konsentrik ketegangan otot= gaya
eksternal dan otot memendek
 Eksentrik ketegangan otot= gaya eksternal dan otot memanjang
b. Isometrik
 Isokinetik kecepatan gerak sendi tetap, menghasilkan moment maksimal pada otot
 isoinertial gaya eksternal tetap, menghasilkan moment submaksimal pada otot


Energi kontraksi otot
 Merupakan hasil dari
metabolisme dari tubuh secara:
 Aerobik
Yaitu dari oksidasi lemak,
karbohidrat, protein yang
menghasilkan ATP+CO2+H2O
 An aerob
Yaitu yang dihasilkan langsung dari
ATP
 Penghasil energi tambahan berasal dari glikogen

Syarat eccentric
 Arah gerak berlawanan dengan letak otot dan searah dengan gravitasi
 Kecepatan gerak < kecepatan gravitasi
 Membawa beban (gaya eksternal, body segmen)

0 komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Follow by Email

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Entri Populer